Batam dan Perannya Sebagai Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Kepri

Batam dan Perannya Sebagai Katalisator Pertumbuhan Ekonomi Kepri

 

INEWSKEPRI.COM|BATAM - Dalam beberapa dekade terakhir, Batam mengalami perkembangan serta pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Kebijkan serta beragam proyek strategis yang dilaksanakan, jadi faktor kunci mengapa kawasan ini terus bertumbuh dan menjadi katalisator pertumbuhan ekonomi di Provinsi Kepulauan Riau (Kepri).
 

Perkembangan Batam pun tidak lepas dari peran strategis Badan Pengusahaan (BP) Batam dalam mengelola dan mengembangkan wilayah ini. Sejak berdirinya BP Batam (dulu Otorita Batam) pada tahun 1971, Pulau Batam terus bertumbuh dan berkembang menjadi pusat industri dan perdagangan yang penting di Indonesia.

 

Dalam beberapa tahun terakhir saja, Batam telah mencatat pertumbuhan ekonomi yang mengesankan. Perekonomian Batam terus berkembang dari tahun ke tahun, dan menjadikannya katalisator pertumbuhan ekonomi Kepri.

 

Berdasarkan catatan Kementerian Investasi/Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) Republik Indonesia, realisasi investasi tahun 2023 secara keseluruhan mengalami peningkatan sebesar Rp2,38 triliun atau meningkat 18 persen jika dibandingkan tahun 2022 lalu.

 

Dalam data tersebut, total realisasi investasi di Batam tahun 2023 sebesar Rp15,6 triliun. Dengan rincian, investasi dari Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN) sebesar Rp6,8 triliun dan Penanaman Modal Asing (PMA) sebesar Rp8,8 triliun.

 

Sejumlah negara di wilayah Asia dan Eropa masih mendominasi PMA di Kota Batam sepanjang tahun 2023.BKPM RI mencatat, nilai investasi Singapura memuncaki PMA di Batam dengan nilai USD 366,47 juta atau setara Rp5,42 triliun dari 778 proyek. Selanjutnya Tiongkok menyusul di peringkat kedua dengan nilai sebesar USD 51,708 juta atau Rp765,28 juta dari 155 proyek.

 

Lalu terdapat juga lima negara asal Eropa yang menduduki peringkat 10 besar realisasi investasi asing di Batam sepanjang tahun 2023. Kelima negara tersebut adalah Perancis, Luxembourg, Swiss, Inggris, dan Jerman.

 

Di tahun yang sama juga, Batam turut menyumbangkan hampir 80 persen realisasi investasi di Kepri yang mencapai angka Rp15,62 triliun dari jumlah total Rp20,16 triliun. Dengan rincian, realisasi Penanaman Modal Asing (PMA) di Batam sebesar USD 595,9 juta dari total realisasi Provinsi Kepri yang hanya USD 764,07 juta.

 

Begitu juga dari sektor Penanaman Modal dalam Negeri (PMDN), Batam sukses menyumbangkan Rp6,8 triliun dari total keseluruhan nilai di Provinsi Kepri yang mencapai Rp8,85 triliun.

 

Peningkatan nilai investasi ini pun tidak sekadar capain dalam angka-angka saja. Melainkan turut memainkan peran perekonomian dan menyerap banyak tenaga kerja. Dengan demikian, peningkatan nilai investasi yang terjadi tidak hanya memberikat dampak bagi Batam saja, tetapi juga ikut menggerakkan kehidupan masyarakat yang hidup di dalamnya.

 

Keberhasilan Batam dalam menarik minat serta realisasi investasi ini pun masih terus akan ditingkatkan guna kesejahteraan masyarakat, serta kemajuan daerah. Untuk itu, Kepala BP Batam, Muhammad Rudi, terus berkomitmen meningkatkan pertumbuhan ekonomi di tahun yang akan datang. 



Secara angka, ekonomi Batam pada 2022 tumbuh 6,8 persen, lalu pada 2023 meningkat menjadi 7,04 persen. Sebuah capaian yang membanggakan dan diapresiasi banyak pihak. Batam pun terus berbenah dan bergerak dengan sederet rencana pembangunannya. Hal yang dilakukan guna memajukan negeri, serta menjadi wajah katalisator pertumbuhan ekonomi Kepri.(liston)

Lebih baru Lebih lama