BPOM di Batam Awasi Takjil Ramadhan

BPOM di Batam Awasi Takjil Ramadhan

BPOM di Batam Awasi  Takjil  Ramadhan

Kepala Balai BPOM Kepri, Ully Mandasari, bersama Asisten III Pemko Batam, Heriman AK menunjukkan hasil uji sampling pangan takjil di Bazar Ramadhan yang dinyatakan aman dikonsumsi masyarakat, Jumat (6/3/2026) foto: liston

 

 

INEWSKEPRI.COM|BATAM - Dalam rangka intensifikasi pengawasan pangan selama bulan suci Ramadhan 1447 H, Balai Pengawas Obat dan Makanan (Balai POM) di Batam kembali melaksanakan kegiatan Komunikasi, Informasi dan Edukasi (KIE), sampling dan pengujian pangan takjil yang dijual di Bazar Takjil Pollux Habibie, Kota Batam, Jumat(6/03/2026).

 

Pengawasan dan pemeriksaan takjil ramadhan ini dipimpin  Kepala Balai POM Batam Ully Mandasari,S.Farm dan turut didampingi  Asisten  III Pemko Batam Drs. Heriman HK, dan juga menurunkan satu unit Mobil Laboratorium Keliling.

Pada kegiatan tersebut, petugas melakukan edukasi kepada pedagang mengenai keamanan pangan, pembelian dan pengujian 23 sampel pangan yang dijual. Parameter yang diujikan meliputi bahan berbahaya yang dilarang digunakan dalam pangan, yaitu Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, dan Rhodamin B.

 

Ada beberapa makanann yang fokus dipantau dalam kegiatan tersebut, diantaranya  mie kuning, kerupuk, gorengan, bakso, tahu, ayam krispi, batagor dan risol.

 

Asisten  III Pemko Batam Drs. Heriman HK  mengapresiasi   kegiatan pengawasan yang dilakukan BPOM terhadap jajanan takjil Ramadhan karena dinilai sangat penting   untuk memastikan makanan yang dikonsumsi masyarakat  saat berbuka puasa tetap aman.

 

“Tentunya kami  dari Pemerintah Kota Batam   menyambut baik pengawasan yang dilakukan BPOM. Sehingga apa yang dikonsumsi masyarakat kita saat berbuka tetap aman da sehat,” katanya.

Kepala Balai POM Batam Ully Mandasari,S.Farm menyebutkan  bahwa Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya preventif untuk memastikan bahwa pangan yang beredar, aman dikonsumsi masyarakat.

“Beragam sampel makanan ini kami uji apakah memenuhi syarat, dimana sampel dinyatakan memenuhi syarat  apabila  tidak terdeteksi mengandung Boraks, Formalin, Methanyl Yellow, maupun Rhodamin B,” kata Ully Mandasari. 

 

Ully Mandasari  menambahkan pihaknya secara berkala melakukan pengawasan pangan takjil ini hingga akhir Ramadhan, termasuk produk pangan kemasan menjelang Idul Fitri.

Pengawasan serupa juga dilakukan secara paralel di wilayah Kepri, seperti di Tanjung Pinang, Bintan, Natuna ,Anambas dan Lingga. 

Balai POM di Batam disebutkan sudah melakukan pengawasan di tujuh titik penjualan takjil   dan  senantiasa terus melaksanakan pengawasan pangan secara intensif di berbagai titik penjualan takjil selama bulan Ramadhan sebagai bentuk perlindungan kepada masyarakat.

 

Melalui sinergisme  antara pedagang, pemerintah, dan masyarakat, diharapkan keamanan pangan selama Ramadhan tetap terjaga sehingga masyarakat dapat menjalankan ibadah dengan aman dan sehat. (Liston)

Lebih baru Lebih lama