Krisis Air Bersih, Warga Bukit Layang Mangsang, datangi Kantor PT ABH Batuaji

Krisis Air Bersih, Warga Bukit Layang Mangsang, datangi Kantor PT ABH Batuaji


INEWSKEPRI.COM| BATAM-  Sejumlah Warga kavling Bukit Layang RT 06/RW17, Kelurahan Mangsang, kecamatan Sei Beduk, Batam, mendatangi kantor PT Air Batam Hilir (ABH) cabang Batuaji, Kamis 30 April 2026, sekitar pukul 10.40 WIB.

Kedatangan warga ini untuk memprotes krisis air bersih, di mana air sering mati total atau hanya mengalir kecil pada malam hari, dan sudah terjadi dalam 2 tahun terakhir.

Sebelumnya PT ABH menyuplai air bersih setiap hari sebanyak 4 mobil tangki, dengan kapasitas 4 ton, namun jumlah tersebut tidak memadai dan tidak mampu mencukupi kebutuhan warga.

Setelah menunggu lama, pimpinan ABH Batu aji akhirnya bersedia menerima perwakilan warga untuk menyampaikan keluhan mereka. 
Perwakilan Warga  bertemu pihak PT ABH (foto:liston) 

Perwakilan warga yang dipimpin ketua RW 17 Freddy Ambarita, menyampaikan bahwa suplay air bersih yang diberikan PT ABH tersebut tidak memadai.

“Kami meminta Suplai air bersih ditambah, minimal 6 mobil tanki setiap hari ” kata Fredy.

Sugiono, perwakilan warga lainnya menyebutkan persoalan air bersih ini sambat menyita waktu. Selain harus berebut dengan sesama saat mobil tanki datang, juga harus begadang hingga larut malam menampung air.

“Kita saat ini datang meminta janji bapak, saat pertemuan lalu yakni agar mengalirkan air bersih dimalam hari, yakni mulai jam 11 malam hingga jam 4 pagi,” Kata Sugiono dengan tegas.

Pimpinan ABH Batuaji, Fuji kepada warga mengaku tidak bisa memenuhi permintaan tersebut karena mereka kekurangan armada.

“Maaf, kami belum bisa menambah suplay air bersih karena kekurangan armada, kalau bapak bapak bisa bantu armada, bisa kita upayakan menambah pasokan, ” jawab Fuji .

Pertemuan tersebut berakhir tanpa keputusan dan solusi dari pihak ABH.

Ketua RW 17, Kelurahan Mangsang Fredi Ambarita kepada awak media,menyatakan pihak ABH hanya berjanji bahwa air hanya bisa normal apabila pekerjaan pembuatan instalasi pipa air bisa terwujud.

“Tadi pak Fuji menyampaikan kalau proyek LKM ( Layanan Kebutuhan Mendesak) bisa cepat terlaksana, maka krisis air bersih bisa selesai, ” kata Fredy.

Kesulitan air bersih dialami sebanyak 30 KK dari 240 keluarga yang ada di Bukit Layang kecamatan Sei Beduk ini, yakni mereka yang rumahnya terletak di dataran yang lebih tinggi. (Liston)

Lebih baru Lebih lama